Melihat lukisan wajah di kanvas, kertas, atau dinding adalah hal yang lazim. Namun, melihat wajah besar di gedung apartemen bertingkat 32 lantai di ujung Carlton Swanston Street, Melbourne, Australia, bukanlah ilusi.
Dilansir Amusing Planet, wajah itu terpahat di bagian
selatan dan timur bangunan dengan penggunaan ruang negatif kreatif yang
terbentuk oleh balkon putih dan jendela hitam. Ini merupakan hasil karya
arsitektur pertama di dunia yang diberi nama "Potret" dan terletak di
bekas situs Carlton United dan Brewery di Swanston Street.
Wajah setinggi 85 meter milik William Barak (1824-1903), penatua
tradisional terakhir dari suku pribumi Wurundjeri-Willam, yang menjadi
juru bicara berpengaruh untuk keadilan sosial Aborigin dan seorang
informan penting mengenai pengetahuan budaya Wurundjeri.
Barak, yang juga seorang seniman, bertempur dengan pemerintah
kolonial pada masanya untuk mengembalikan tanah tersebut kepada
bangsanya. Ia pun terkenal karena bekerja menjembatani perpecahan antara
Australia hitam dan putih.
Untuk menghasilkan wajahnya, para arsitek ARM Architecture,
mengambil foto Barak menjadi sebuah gambar potrait wajahnya ketika
dilihat dari kejauhan. Pemandangan paling jelas untuk melihat gambar
wajah Barak adalah dari Shrine, yang terletak 2,8 kilometer jauhnya.
Saat Anda mendekat, wajah memudar dari pandangan dan semakin Anda
melihat efek melengkung dan balkon yang berukir. Pembangunan gedung
apartemen ini memakan waktu tujuh tahun, dan dibuka pada 5 Maret 2015.
(one)
http://wwwcf.fhwa.dot.gov/exit.cfm?link=http://mydiaryoke.blogspot.sg
http://wwwcf.fhwa.dot.gov/exit.cfm?link=http://mydiaryoke.blogspot.sg

Tidak ada komentar:
Posting Komentar